Enak Mana, Kerja di Rumah atau Kerja di Kantor?

876
ilustrasi

Senin (11/1/2021) hingga Kamis (21/1/2021), work from home (WFH) diputuskan sebagai kebijakan pemerintah pusat yang ditindaklanjuti juga Gubernur Jabar Ridwan Kamil, karena kasus positif Covid-19 masih dianggap tinggi, melalui keterangannya dalam video conference, Rabu (6/1/2021).WFH atau kerja di rumah itu berlaku sebanyak 75 persen dilingkungan Bodebek yang berbatasan dengan Jakarta, serta Bandung.

Sistem WFH kian populer setelah pandemi virus corona muncul. Tentu saja, sistem WFH tidak berlaku bagi semua profesi. Sejumlah pekerjaan, terutama di bagian operasional, tidak bisa dikerjakan di rumah melainkan harus di tempat kerja.  Bagi pekerja kantor, lebih efektif mana WFH atau WFO? Berikut ini sejumlah keunggulan dan kekurangan WFH.

Keunggulan

1. Efisien

Salah satu keunggulan WFH adalah efisien dari segi waktu. Para pekerja tidak perlu menghabiskan waktu puluhan menit atau berjam-jam untuk pergi ke tempat kerja.

Sebagian pekerja bekerja di kantor yang berjarak tidak dekat dari rumahnya. Oleh karena itu, mereka harus berangkat 1-2 jam sebelum jam masuk kerja dengan menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum.

Dengan sistem WFH, pekerja dapat memanfaatkan waktu yang biasanya digunakan untuk pergi ke tempat kerja untuk kegiatan lain yang lebih produktif.

2. Hemat

WFH dapat menghemat pengeluaran pekerja. Karena tidak perlu pergi ke kantor, pekerja tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar ongkos angkutan umum atau membeli bensin dan membayar parkir kendaraan pribadi.

Di samping itu, WFH memungkinkan pekerja untuk menghemat anggaran makan karena dapat memasak sendiri di tempat tinggalnya.

3. Fleksibel

Secara waktu, WFH membuat pekerja lebih fleksibel dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Saat WFH, pekerja bisa mulai bekerja lebih pagi atau lebih siang. Secara tempat, pekerja juga lebih fleksibel dalam mengerjakan tugas-tugasnya tanpa harus terpaku di meja kerja.

4. Risiko Rendah

WFH juga membuat pekerja menghadapi risiko yang lebih rendah dalam hal penularan virus corona. Karena WFH, pekerja tidak perlu berpapasan dengan orang lain di kantor atau angkutan umum. Ini adalah salah satu alasan ketika pemerintah menyerukan WFH tidak lama setelah kasus virus corona ditemukan di Indonesia.

5. Keluarga Lebih Harmonis

WFH mendekatkan diri dengan keluarga. Jika sebelumnya kesibukan membatasi bertemu istri dan anak, maka kerja di rumah bisa membuat lebih harmonis.

Kelemahan

1. Komunikasi

WFH mengurangi frekuensi komunikasi secara langsung dan tatap muka antar pekerja. Sebagai gantinya, komunikasi dilakukan menggunakan berbagai perangkat percakapan seperti WhatsApp atau layanan pertemuan berbasis video seperti Zoom atau Microsoft Teams.

Komunikasi dapat terganggu apabila koneksi internet bermasalah. Selain itu, komunikasi dengan perangkat teknologi memungkinkan terjadinya kesalahpahaman atau salah persepsi.

2. Biaya Internet/Listrik

WFH biasanya meningkatkan penggunaan internet mengingat berbagai aktivitas seperti rapat dengan rekan kerja atau berkomunikasi dengan mitra usaha dilakukan dengan bantuan internet. Di samping itu, biaya penggunaan listrik juga berpotensi meningkat selama WFH. Karena penggunaan laptop/komputer, AC, lampu dan sebagainya saat WFH sejak pagi hingga malam, biaya listrik bukan tidak mungkin dapat meningkat.

3. Distraksi

Bagi pekerja yang sudah berkeluarga, salah satu tantangan dalam WFH adalah distraksi yang ditimbulkan oleh anggota keluarga (pasangan/anak/sanak saudara) di rumah. Seiring kebijakan pemerintah yang membuat kebijakan sekolah di rumah, anak juga menjadi beraktivitas di dalam rumah.

Sejumlah pengalaman menunjukkan situasi itu menjadi tantangan tersendiri bagi pekerja dimana harus membagi waktu antara bekerja dan mengurus anak pada saat yang bersamaan.

4. Tercampurnya Waktu Pribadi dan Pekerjaan

WFH membuat alokasi waktu untuk aktivitas pribadi dan pekerjaan berpotensi tercampur. Waktu yang seharusnya digunakan untuk mengerjakan tugas justru dipakai untuk aktivitas pribadi. Begitupula sebaliknya. Apabila tidak dikelola dengan baik, situasi ini justru dapat menjadi bumerang bagi pekerja. (Dari berbagai sumber/ Nesto)

SHARE

KOMENTAR