Rakernas 5 PDI Perjuangan, Bawa Api Abadi Mrapen ke Jakarta Sebagai Simbol Semangat Tak Kunjung Padam

65
Sukur Nababan saat mengambil api abadi asal Mrapen Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.

Aartreya – Dihadiri ratusan kader partai besutan Megawati Soekarnoputri, Ketua DPP PDI Perjuangan  Bidang Keanggotaan dan Organisasi Sukur Henry Nababan melaksanakan prosesi pengambilan Api Abadi Mrapen, Mrapi, di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jumat (17/5/2024).

Obor yang jadi simbol meningkatkan semangat serta selalu berkobar dan tak mudah padam yang disulut api abadi Mrapen kemudian dibawa para atlet maraton menuju ke Jakarta, tepatnya ke lokasi penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V PDIP di Ancol Beach City, Jakarta Utara.

Waktu tempuh perjalanan hingga tiba di Jakarta diperkirakan selama sepekan. Para atlet nantinya akan singgah di tujuh kota, antar lain, Semarang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Cirebon, Subang, Karawang, dan Bekasi, dengan total jarak tempuh sepanjang 526 kilometer melalui 20 kabupaten/kota.

Sukur Henry Nababan mengatakan, pada Rakernas V PDI Perjuangan mengangkat tema “Satyam Eva Jayate, Kebenaran Pasti Menang”, dengan sub tema “Kekuatan Persatuan Rakyat, Jalan Kebenaran Yang Berjaya”.

“Tiga topik utama pembahasan dalam Rakernas yakni, sikap dan posisi PDI Perjuangan terhadap pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Kedua, membahas program-program kerakyatan dan ketiganya, sebagai wadah untuk melakukan koordinasi kekuatan partai dalam menyongsong Pilkada 2024,” ungkapnya, Jumat (17/5/2024) sore.

Sebagai informasi, PDI Perjuangan  akan membahas sejumlah hal, termasuk sikap dan posisi partai terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V pada 24-26 Mei 2024 mendatang di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta.

Ketua Steering Committee (SC) Rakernas V PDIP Djarot Saiful Hidayat menjelaskan Rakernas V PDI Perjuangan akan ada forum yang sifatnya terbuka dan yang tertutup. Dimana, pada pembukaan Rakernas akan bersifat terbuka.

"Dalam Rakernas akan dibahas 3 topik utama yang dibagi beberapa klaster. Nantinya, ada beberapa forum paparan dari Ketua DPP, maupun pengarahan tertutup dari Ibu Ketua Umum (Megawati Soekarnoputri)," kata Djarot saat konferensi pers persiapan Rakernas V PDIP di Kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, Kamis (16/5/2024) sebelumnya.

Pada klaster pertama, sambung Djarot, forum Rakernas akan membahas soal sikap dan posisi partai berlambang banteng moncong putih ini terhadap pemerintahan mendatang.

"Pertama akan ada klaster atau kelompok satu yang akan membahas tentang sikap dan posisi PDI Perjuangan," ujarnya.

Pada klaster kedua, sambung Djarot, akan membahas tentang program-program kerakyatan yang diperjuangkan oleh partai dan praktiknya harus diwujudkan. Hal ini juga berkaitan dengan pangan.

Kemudian, klaster ketiga, seluruh peserta Rakernas yang terdiri dari 3 pilar partai, yakni Ketua, Sekretaris dan Bendahara DPD-DPP, Kepala Daerah dari PDI Perjuangan dan Anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota incumbent dan terpilih 2024 akan membahas persiapan Pilkada serentak.

Berikut juga, membahas soal calon serta strategi PDI Perjuangan dalam pemenangan Pilkada 2024.

"Ketiga strategi pemenangan Pilkada serentak termasuk juga konsolidasinya ini semua sifatnya tertutup," jelas Djarot.

Sebagai informasi, Rakernas V PDI Perjuangab ini mengambil tema 'Satyam Eva Jayate, Kebenaran Pasti Menang' dengan sub tema Kekuatan Kesatuan Rakyat, Jalan Kebenaran Yang Berjaya.

Profil lokasi Api Abadi Mrapen

Dilansir dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Istimewa Yogyakarta, Api Abadi Mrapen adalah sebuah keajaiban alam yang terletak di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Indonesia. Fenomena ini berupa api yang menyala terus-menerus tanpa padam selama berabad-abad. Api Abadi Mrapen menjadi salah satu ikon budaya dan objek wisata yang menarik perhatian banyak orang, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Pengunjung bisa mengambil rute menuju Purwodadi, kemudian melanjutkan perjalanan ke arah Godong. Jarak dari Semarang ke Mrapen sekitar 60 kilometer dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar dua jam perjalanan darat. Adapun dapat ditempuh dari Surakarta, rute yang bisa diambil adalah melalui jalan menuju Purwodadi, kemudian dilanjutkan ke Godong. Jarak dari Solo ke Mrapen sekitar 80 kilometer dengan waktu tempuh sekitar dua setengah jam.

Asal usul api abadi Mrapen terkait erat dengan sejarah dan legenda setempat. Salah satu cerita yang populer menyebutkan bahwa Sunan Kalijaga, salah satu Wali Songo, menancapkan tongkatnya ke tanah untuk mencari air bagi prajuritnya. Namun, alih-alih air, yang muncul dari tanah adalah api yang kemudian dikenal sebagai api abadi Mrapen.

Api ini memiliki nilai budaya dan spiritual yang tinggi bagi masyarakat setempat. Selain digunakan dalam upacara tahunan Waisak oleh umat Buddha, api dari Mrapen juga sering dijadikan sumber api obor dalam berbagai perhelatan olahraga nasional dan internasional, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Asian Games.

Pada  25 September 2020, api abadi Mrapen padam untuk pertama kalinya dalam sejarah, yang disebabkan oleh berkurangnya suplai gas alam. Upaya untuk menyalakan kembali api ini terus dilakukan sambil menunggu hasil investigasi penyebab padamnya

Selain kisah legenda, ada penjelasan ilmiah mengenai asal usul api ini. Api abadi Mrapen berasal dari gas alam yang keluar dari dalam tanah. Gas ini kemungkinan besar berasal dari lapisan batuan yang mengandung hidrokarbon. Ketika gas mencapai permukaan dan bereaksi dengan oksigen di udara, maka terbentuklah nyala api yang terus-menerus menyala. Fenomena ini serupa dengan beberapa lokasi lain di dunia yang juga memiliki api abadi, seperti di Turkmenistan dan Italia.

Api abadi Mrapen merupakan fenomena alam yang unik dan memiliki nilai historis serta budaya yang tinggi. Lokasi ini tidak hanya menarik bagi wisatawan lokal tetapi juga internasional yang tertarik dengan keunikan fenomena api abadi dan sejarah panjang yang menyertainya. Dengan berbagai fasilitas yang tersedia dan akses yang relatif mudah, api abadi Mrapen menjadi salah satu destinasi wisata yang patut dikunjungi.(*)

 

(Sumber : Antaranews.com/Tempo.co/Eko)

SHARE

KOMENTAR