Hero itu Berantas Penjahat Bukan Jadi Penjahat, Sambo Bukan Rambo

145
Ilustrasi

Hingga saat ini, media sosial masih ramai dengan pembahasan mengenai kasus polisi tembak polisi yang menghebohkan tersebut. Bahasan Ferdy Sambo jadi tersangka pun tak hanya menjadi trending topic di Twitter, namun juga jadi topic obrolan hingga di warung kopi .

Ya!, eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo sedang ramai jadi perbincangan publik. Sejak ditetapkannya sebagai dalang pembunuhan brigadir J, banyak warganet yang membandingkan dirinya dengan John Rambo. Hanya bedanya, jika Jhon Rambo merupakan rajurit yang ahli menembak lawan di medan tempur. Sementara, Ferdy Sambo malah menembak ajudannya.

Nama Ferdy Sambo sudah begitu popular mengisi headline pemberitaan di banyak media sejak 11 Juli. Bahkan mungkin bagi sebagian orang banyak juga yang terhenyak dengan kejadian kematian Brigadir Yoshua.

Padahal, sebelumnya karir Fredy Sambo terbilang cemerlang. Ia merupakan salah satu tokoh dibalik penangkapan Djoko Tjandra  pada tahun 2020 silam yang merupakan seorang koruptor. Cemerlangnya karir  Inspektur Jenderal Ferdy Sambo sebelum terjerat kasus pembunuhan, konon ia juga berpotensi menjadi calon pemimpin Polri. Tapi, sayangnya, kini tangannya berlumuran darah.

Semua telah berubah, ia resmi dilekatkan status tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinasnya.

Lantas apakah yang membuat polisi yang dahulunya dipuja berkat penangkapan pelaku korupsi kini tega membunuh ajudannya sendiri dengan tragis. Ini masih misteri.

Namanya, mudah diingat banyak orang. Perjuangan Sambo membela sang istri menggunakan pistolnya tentu saja jauh berbeda dengan jagoan perang fiksi AS, John Rambo.

Sebagaimana diketahui, kematian Brigadir Yoshua baru terungkap setelah tiga hari. Nyawa melayang pada 8 Juli, selanjutnya drama pun diskenariokan agar diharapkan masuk akal dengan dalih telat lapor karena bertepatan dengan Idul Adha.

Terkini, Polisi telah menetapkan 4 orang sebagai tersangka kasus kematian Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo yang saat itu Kadiv Propam pada Jumat, 8 Juli 2022 pukul 17.00 WIB lalu. Kasus ini boleh dibilang penuh kejanggalan. Soal motif pun masih menjadi tanda tanya.

Sambo diduga menjadi otak dari pembunuhan berencana terhadap anak buahnya tersebut. Bahkan, mantan kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) itu, terancam hukuman maksimal mati. Sementara itu, Polri menjelaskan alasan pembunuhan berencana itu karena Sambo marah terhadap Brigadir J.

Ia emosi usai mendapatkan laporan dari istrinya PC, lantaran mengalami tindakan yang melukai harkat dan martabat keluarga yang terjadi di Magelang.

Pernyataan tersebut merupakan keterangan resmi terbaru yang diberikan Polri dalam kasus Brigadir J. Sejak kasus itu bermula sebulan lalu, Korps Bhayangkara sudah beberapa kali mengubah keterangannya dari kronologi, kamera pengawas (CCTV), sampai motif pembunuhan.

Dan, yang pasti, marwah polisi harus ditegakan, sebagai pemberantas para bandit kejahatan. Saat ini yang dilakukan Fredy Sambo, sangat jelas terkesan tak lagi mengemban tugas sebagai polisi yang baik. Tapi, melekat perilaku bandit kriminal dengan tangannya yang berlumuran darah.

 

(Penulis : Aktivis 98, Eko Octa)  

SHARE

KOMENTAR