Goresan Pena Abang Vay : Refleksi Dies Natalies GMNI 23 Maret 2023

288
Vayireh Sitohang

Pada Kamis (23/3/2023) belum lama ini, merupakan hari lahir Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang diperingati setiap tahunnya. Dirangkum dari berbagai sumber, GMNI merupakan organisasi mahasiswa ekstrakampus beraliran nasionalis dan berasaskan Marhaenisme ajaran Bung Karno.

Dalam sejarahnya, GMNI merupakan peleburan dari tiga organisasi mahasiswa, yakni Gerakan Mahasiswa Merdeka (berbasis di Surabaya), Gerakan Mahasiswa Marhaen (berbasis di Yogyakarta), dan Gerakan Mahasiswa Demokrat Indonesia (berbasis di Jakarta).

Peleburan tiga organisasi itu adalah gagasan Ketua Gerakan Mahasiswa Demokrat Indonesia S.M. Hadiprabowo pada 1953. Peleburan ketika organisasi itu didasari keinginan untuk menyatukan organisasi-organisasi mahasiswa nasionalis. Berikut refleksi ulang tahun GMNI yang ditulis salah aktivisnya, Vayireh Sitohang atau akrab dipanggil Bang Rinto yang juga dikenali sebagai sastrawan puisi sekaligus penggiat kuliner Nusantara.       

Kondisi, situasi & tatanan Global mempengaruhi kondisi, situasi & tatanan Nasional. Kondisi, situasi & Tatanan Nasional mempengaruhi kondisi & situasi (sistem) lokal, yang otomatis mempengaruhi kehidupan rumah tangga / perorangan.

Konflik Rusia - Ukrania mulai mengubah tatanan global, yang mempengaruhi hubungan antar bangsa & berdampak pada kondisi & situasi Nasional. Sebelumnya Covid 19 telah mengoreksi tatanan global & memberikan dampak yang meluas terhadap berbagai sektor kehidupan masyrakat.

Perubahan Tatanan Global akan menciptakan semangat poros-2 global baru, yang mengarah pada pertarungan dan persaingan dalam berbagai lini kehidupan terutama Ekonomi dan Teknologi. Sudah otomatis berdampak pada penguatan paham, ideologi atau faksi-faksi global untuk mencari pendukung dan peserta konflik.

Tahun 2023-2024 adalah tahun politik Indonesia yang berpotensi memunculkan konflik internal bangsa yang mendorong penguatan sentimen suku, agama, ras dan golongan. Apalagi didukung situasi dan kondisi ketimpangan sosial yang masih tinggi.

Intinya dalam tingkat global dunia kembali terpecah belah secara nyata, dan akan mempengaruhi situasi dan kondisi Indonesia pada akhirnya serta akan mensintesakan konflik global dengan konflik nasional di tahun 2023-2024 ini.

Dibutuhkan kader muda kebangsaan yang mampu membaca gejala, memahami persoalan, siap menghadapi situasi dan kondisi, dan mampu memimpin generasi perubahan untuk menguatkan semangat persatuan, menggerakkan ekonomi kerakyatan, memerdekakan bangsa / rakyat dari segala bentuk belenggu dan penindasan demi mewujudkan keadilan sosial.

Harapannya GMNI sebagai organisasi kader mahasiswa kebangsaan, lebih fokus pada penguatan semangat persatuan, semangat kekeluargaan dan semangat solidaritas antar rakyat, serta menemukan alternatif solusi mewujudkan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

*Ditulis oleh Vayireh Sitohang  

(Eko Octa)

SHARE

KOMENTAR