Bayang-bayang Longsor Ancam Kawasan Puncak

833

Hujan masih menjadi langganan kawasan Puncak, Cisarua, Bogor. Kontur tanah yang berundak dan banyaknya ruang terbuka hijau yang menyempit membuat potensi longsor, jadi ancaman. Sejak Selasa (22/6/2021) hujan lebat melanda kawasan puncak dari jam 09:00 sampai dengan 11:30 WIB.

Derasnya air membawa material air dan sampah dari drainase jalan raya yang melintasi lahan milik Anumerta Jendral Suryo. Dampaknya, menumpahkan air dan lumpur ke perumahan yang berada di bawahnya. Pada jam 01:00 WIB longsor dari patahan tanah, menghantam empat rumah warga. Kejadian ini berada di wilayah Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Suka Asri, RW 02, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua.

"Awalnya banjir dan lumpur, hingga pada akhirnya tanah itu ambruk menimpa rumah kami" Jelas Suroto (50) saksi korban yang pagar rumahnya tertimpa longsoran tanah, kepada Aartreya.com, Kamis (24/06/21).

Menurut penuturan warga, persoalan permintaan penguatan tanah ini sudah di ajukan kepada pemilik lahan secara verbal sejak lama, bahkan tidak mendapat tanggapan. bahkan pada tahun 2012. Bencana tanah longsor ini memakan dua orang korban. Penjaga lahannya sendiri, yang bernama jamal (40) dengan anaknya.

Pada tahun 2019, sebelum memasuki bulan puasa, hujan besar telah merobohkan pohon Lamtorogung besar. Menimpa rumah warga bernama.Yayah (65). Tidak ada tindak lanjut dari kejadian ini, bahkan dari penuturan warga tidak ada pergantian kerugian.

Bencana kembali terjadi menimpa pemakaman besar, dan banjir menggerus tanah dan membuat longsor tanah, membongkar tiga buah makam di atasnya. Saat di konfirmasi kejadian ini di kantor Desa Cikopo, Kepala Desa Wiwin Wildan sedang tidak ada di tempat. Awak media Aartreya.com hanya bertemu dengan pengurus Tanggap Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Bogor, Dede Anwar (43).

Menurut penuturannya, baru-baru ini Kades Cikopo beserta jajarannya sudah meninjau lokasi, dan dalam waktu dekat akan segera memediasi peraoalan ini.

"Kampung Kebon Cau memang berada di sebuah lembah, sementara aliran drainase jalan raya berada di atasnya, kondisi ini sangat rentan dan berbahaya, tinggal erdapat 30 KK yang terdiri dari 94 jiwa tinggal di bawahnya,” tuntasnya.(Michell)

SHARE

KOMENTAR