Analisa Dosen Pasca Sarjana Bogor, Kontroversi Pernyataan Puan karena Digoreng Lawan Politik

899
Dr Agus Surachman, MH

BOGOR- Pernyataan Puan Maharani terkait harapan Sumbar menuai polemik. Pihak lain yang bersebrangan dengan PDI Perjuangan pun mempolitisasi. Demikian disampaikan dosen pasca sarjana, salah satu perguruan tinggi swasta, Dr Agus Surachman.

“Saat ini, seperti sudah biasa, ada kesalahan bicara, langsung dipolitisasi lawan politik dan dijadikan isu untuk menyudutkan,” kata Agus saat diwawancarai di kantornya, kawasan Tajur, baru-baru ini.

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua GMNI Jakarta era 80-an tersebut menyampaikan, fenomena salah ucap untuk dijadikan isu menjatuhkan lawan politik, sudah seperti menjadi fenomena yang lumrah dalam dunia politik.

“Lawan politik PDI Perjuangan memang sedang menunggu adanya salah ucap. Dan, pernyataan Puan langsung ditangkap jadi isu yang digoreng untuk memukul dengan harapan bisa mendapat dukungan dari warga Minang. Padahal, Puan atau Megawati memiliki keturunan Minangkabau dari Fatmawati. Begitu juga, Taufiq Kiemas yang diangkat menjadi penghulu kaum Sikumbang, Nagari Sabu, Tanah Datar dengan gelar Datuak Basa Batuah. Hal lain, Bung Karno juga sahabat dekat tokoh pejuang, H Agus Salim, M Hatta hingga Tan Malaka. Jadi, adalah tak mungkin ada maksud negative dari pernyataan seorang Puan,” ujarnya panjang lebar.

Masih menurut Agus, apa yang disampaikan Puan Maharani terkait ucapan semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila, disebutnya tidak disampaikan di forum publik.

“Tapi, hal itu hanya disampaikan di forum internal PDI Perjuangan, saat rapat keputusan penentuan calon kepala daerahnya di pilkada. Kalimat itu pun hanya dialamatkan kepada pengurusnya di Sumbar untuk memotivasi kadernya memenangkan kontestasi. Tapi, melalui pemberitaan kemudian ditangkap lawan politiknya dan ditanggapi berbeda. Dan, juga karena Puan merupakan ketua DPR, berikut juga dari PDI Perjuangan, membuat lawan politiknya menyoroti. Jadi, saya yakin tak ada maksud Puan sampaikan hal yang kontroversial. Agar polemik ini tak terus digoreng lawan politik PDI Perjuangan, mungkin ada baikanya juga, jika Puan sampaikan permintaan maaf, untuk meluruskan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pada gelaran pemilu, raihan suara PDI Perjuangan tak begitu menonjol. Pada tingkat nasional, PDI Perjuangan hanya menjadi partai papan tengah di Sumbar. Di Pemilu 2014, PDI Perjuangan hanya meraih 103.069 suara di daerah pemilihan Sumatera Barat I dan 80.996 suara di Sumatra Barat II. Dengan raihan itu, PDI Perjuangan berada di urutan ke-8 dari 12 partai yang ada di Sumbar I. Sementara di Sumbar II, PDIP berada di urutan keenam. PDI Perjuangan pun hanya punya dua kursi DPR RI dari Sumatra Barat.

Namun, di pilkada, PDI Perjuangan pernah menorehkan kemenangan saat perhelatan Pilgub 2005. Ketika itu, PDI Perjuangan mengusung pasangan calon Gamawan Fauzi-Marlis Rahman. Pada Pilgub itu PDI Perjuangan berkoalisi dengan PBB. Seterusnya, pada 2009, Gamawan didaulat sebagai menteri dalam negeri (mendagri) di kabinet Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (nesto)

SHARE

KOMENTAR